Mengkonsumsi Banyak Ikan Selama Kehamilan Membuat Anak menjadi Cerdas

Aug 2, 2010
Penelitian terbaru mengatakan memakan minyak ikan dan makanan laut dalam jumlah yang direkomendasikan saat mengandung dapat meningkatkan otak anak anda. Jean Golding dan para peneliti dari Universitas Bristol dan Institut Kesehatan Nasional bertanya kepada 11.875 wanita tentang konsumsi ikan dan makanan laut selama masa kehamilan. BBC News edisi online melaporkan bahwa anak-anak yang ibunya mengkonsumsi banyak ikan selama mengandung memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang lebih baik pada usia tujuh tahun. Para peneliti memperhatikan kemampuan komunikasi dan sosial, koordinasi tangan-mata, dan total IQ pada anak-anak yang berusia lebih dari delapan tahun. Faktor sosial ekonomi juga diikutsertakan dalam perhitungan. Para peneliti mengatakan mengkonsumsi kurang dari 12oz (340 mg) ikan dan makanan laut dalam seminggu dihubungkan dengan peningkatan resiko sebesar 48% penyebab anak berada pada posisi kelompok terbawah untuk kepintaran verbal. Studi yang diterbitkan oleh jurnal kedokteran Inggris, The Lancet, mengatakan bahwa mengkonsumsi ikan dan makanan laut dalam jumlah rendah selama kehamilan, akan meningkatkan resiko penurunan perilaku, motorik, komunikasi dan pengembangan sosial. Minyak ikan -sumber makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 – yang harus dikonsumsi oleh wanita meliputi salmon, makarel, pilchard dan sarden. Tetapi Lembaga Stardardisasi Makanan yang menyarankan agar wanita hamil harus mengkonsumsi satu atau dua bagian minyak ikan setiap minggu memperingatkan untuk tidak banyak memakan beberapa tipe ikan seperti : hiu, marlin atau tuna karena calon bayi beresiko terkena merkuri.

Ringkasan ini diterjemahkan dari Eat Lots of Fish during Pregnancy for Brainy Kids



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Menangkap Ikan Untuk Masa Depan – Fakta Perikanan

Dunia perikanan berada dalam tekanan dibandingkan sebelumnya. Mulai tahun 1950-1990 penangkapan ikan di dunia meningkat lima kali lipat setiap tahun. Rata-rata konsumsi ikan per orang per tahun di negara industri (59 pon) tiga kali lebih banyak dibanding negara berkembang (20 pon). Permintaan terhadap ikan tetap tinggi : Pertambahan sebesar 15.5 juta ton ikan akan dibutuhkan tahun 2010 hanya untuk mempertahankan rata-rata konsumsi ikan masa sekarang. Saat ini, 70 persen persediaan laut dunia dieksploitasi secara besar-besaran atau melebihi batas eksploitasi.

Jumlah orang yang memancing dan mempraktekkan akuakultur di dunia telah bertampah dua kali lipat sejak tahun 1970. Lebih dari 21 juta orang adalah nelayan tetap, dan 200 juta bergantung pada penangkapan ikan dalam pemenuhan hidupnya. Asia memiliki penangkap ikan terbanyak di dunia. Pada awal tahun 1950-an, 80 persen penangkapan ikan dunia ditempati oleh negara maju. Saat ini, mereka hanya menangkap sekitar 36 persennya, sementara negara berkembang sekitar 64 persen. Teknologi yang digunakan untuk menangkap ikan dan jumlah ikan yang ditangkap setiap nelayan variasinya sangat besar.Kapal modern adalah yang paling banyak merusak lingkungan karena mereka menggunakan peralatan seperti pesawat udara, radio, peta dasar laut dan video sonar untuk melacak gerombolan ikan. Setelah mereka menemukan ikan, kapal ini menggunakan jaring yang sangat lebar untuk menarik tidak hanya ikan yang dituju tetapi juga koral, dasar laut, dan sekitar 27 juta ton ikan tidak layak jual yang ditangkap secara tidak sengaja yang mati dan dilempar keluar kapal.

Untuk mengganti kerugian karena berkurangnya persediaan ikan liar, semakin banyak ikan yang dibudidayakan. Hampir sepertiga ikan untuk konsumsi dipanen dari akuakultur. Untuk setiap 11 pon pertumbuhan daging sapi secara umum, saat ini produksi ikan ditingkatkan 4,5 pon. Budidaya ikan dengan tambak menyebabkan kerusakan lingkungan yang setara dengan penggantian hutan hujan dengan peternakan lembu. Sekitar 11 pon ikan liar laut perlu ditangkap untuk memberi makan setiap pon spesies budi daya. Thailand, yang memiliki industri akuakultur terbesar, telah kehilangan setengah hutan mangrovenya sebagai kompensasi adanya tambak udang. Padatnya pembudidaya salmon di Inggris, Kolombia, Kanada menghasilkan sampah (termasuk pupuk, effluent, dan pakan) setara dengan yang dihasilkan oleh setengah juta penduduk. Meskipun dengan jumlah ini, masih ada harapan untuk dunia perikanan. Perikanan dapat dipulihkan melalui adopsi praktek penangkapan ikan yang berkelanjutan. Dengan rangsangan yang cukup pantas, para penangkap ikan dapat didorong dan dapat diberikan penghargaan atas usaha mereka dalam mengelola sumber daya laut yang berkesinambungan. Sebagai contoh, kerja sama antara komunitas lokal dan para peneliti di Pusat Kepulauan Filipina mengakibatkan terbentuknya konservasi laut untuk membantu mengelola penangkapan ikan yang berlebih. Pembentukan zona larangan untuk menangkap ikan pada area konservasi telah meningkatkan penangkapan di wilayah yang berdekatan dengan daerah penangkapan ikan. Solusi lain adalah dengan mempergunakan kekuatan pasar untuk mendorong praktek perikanan yang berkelanjutan. Marine Stewardship Council bekerja sama dengan World Wildlife Federation dan Unilever , salah satu pembuat produk ikan terbesar, telah mengembangkan proses sertifikasi yang mencakup pemberian label yang memberitahukan konsumen bahwa produk perikanan tersebut berasal dari penangkapan ikan yang bersertifikasi berkelanjutan.



Ringkasan ini diterjemahkan dari FISHING FOR THE FUTURE—FISHERY FACTS


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Hal Yang Perlu Diperhatikan oleh Pemilik Ikan

Dua hal terpenting dan mendasar yang harus dipertimbangkan saat akan mendapatkan akuarium yaitu biaya dan ukuran. Dalam kedua hal ini orang selalu menganggap remeh apa yang sebenarnya dibutuhkan. Biaya. Calon pemilik akuarium biasanya melihat paket harga dan beranggapan bahwa mereka dapat memulai hanya dengan beberapa dolar. Jangan terkecoh dengan berfikir bahwa anda dapat mendalami hobi tersebut hanya dengan modal dibawah lima puluh dolar. Nyatanya ini akan menghabiskan biaya sekitar 150-200$ untuk memulai dengan peralatan yang layak. Pengeluaran-pengeluaran tersebut meliputi akuarium, kap dan lampu, pemanas, penyaring, kerikil, obat air, persediaan pembersih dan tentu saja ikan. Buatlah daftar dan pergilah online atau datang ke toko hewan, kemudian tuliskan biaya-biaya untuk setiap barang yang anda minati. Duduklah dan tetapkan hal yang mendasar bagi anda sebelum anda membuat keputusan. Jika anggaran belanja anda sangat terbatas maka buatlah daftar apa yang anda butuhkan dan beritahukan kepada keluarga dan teman Anda bahwa Anda menginginkan barang-barang yang ada di daftar tersebut sebagai hadiah ulang tahun, kelulusan, atau hadiah natal. Dengan cara ini anda bisa memulai tanpa harus memilih peralatan dan persediaan yang berkualitas rendah. Ukuran. Ukuran meliputi ikan, akuarium yang mereka miliki, dan tempat untuk menyimpan akuarium. Hindari tangki berukuran dibawah 10 galon jika anda baru pertama kali memiliki akuarium. Akuarium berukuran kecil sebenarnya lebih sulit untuk diurus dibandingkan dengan yang berukuran besar, karena racun-racun akan sangat cepat terbentuk pada volume air yang kecil. Perubahan suhu dan zat kimia air juga dapat terjadi dengan sangat cepat ketika hanya ada beberapa galon air. Hati-hati bila akuarium lebih besar dari 15 galon akan menimbang lebih berat 200 pon ketika diisi, dan harus ditempatkan tersendiri dibandingkan disimpan pada rak atau meja. Anda juga akan membutuhkan tempat untuk menyimpan akuarium yang tidak terkena sinar matahari langsung atau bertemperatur ekstrim yang dapat membahayakan ikan. Tempatnya juga harus mampu menyediakan air dari waktu ke waktu. Melakukan pemeliharaan, menambah atau memindahkan ikan dan barang-barang lain dari tangki akan menyemprotkan air di sekitar tangki, jadi pikirkan hal tersebut ketika Anda berfikir untuk menyimpan tangki diatas meja. Yang terakhir, bersikap realistik terntang ukuran dan jumlah ikan yang ingin anda pelihara. Hal tersebut akan menentukan ukuran akuarium yang dibutuhkan, yang yang berdampak kepada jumlah ruangan yang Anda butuhkan untuk mengakomodirnya. Mulai dengan ikan kecil yang mudah untuk diurus. Seiring dengan pengalaman, Anda dapat beralih kepada ikan yang lebih besar dan menantang.

Ringkasan ini diterjemahkan dari What a Potential Fish Owner Should Consider.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

"The Big Secret"

Jul 31, 2010
Sebuah renungan
dr buku karangan :Syaikh Muzaffer Ozak Al-Jerrahi.

Di sebuah prosesi pemakaman seseorang bertanya
" Boleh saya tahu,sakit apa yg dideritanya?Ia mati karena apa?"

Orang yg b
erduka pun menjawab, "Ia mati karena dilahirkan"

Kita selalu saja menyatakan : " Ia mati karena serangan jantung..."
" Ia mati karena kanker..."
" Ia mati karena stroke..."

Padahal sebenarnya manusia mati karena dilahirkan.Sekiranya ia tidak pernah dilahirkan, ia pasti tidak akan pernah mati...

Segala ses
uatu yg dilahirkan pasti akan mati;segala sesuatu yg dibangun pasti akan berantakan;segala sesuatu yg dikumpul pasti akan tercerai-berai. Sekiranya kita tidak pernah dilahirkan tentulah kita tidak akan mati....

Ya Allah, Engkau menghamparkan bumi di bawah kaki-kaki kami dan memancang langit di atas kami.Jangan pisahkan kami dari cinta-Mu. Jadikan kami berada ditengah-tengah kaum yg punya kesalihan yang memperoleh Ridho-Mu sebagaimana Engkau menganugerahkan kepada kami kehormatan dan sebagai umat yang dicintai-Mu, masukkan kami ke dalam golongan Nabi Muhammad sa
w. Bahagiakan hati kami ya Allah. Jadikan kami bangga dengan ibadah kami.Tunjuki kami jalan terang dan matikanlah kami dalam keadaan beriman. Rahmatilah Muhammad dan seluruh keluarganya.


Ini sekedar bahan renungan.Untuk bisa menjadi lebih baik dalam menjalani hidup ^^
Supaya kita sadar kalo umur kita setiap hari berkurang satu....
Dan umur kita di dunia setiap hari berkurang....
Sekiranya kita tidak pernah dilahirkan tentulah kita tidak akan mati....




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

SUCCESS STORY SOICHIRO HONDA

Jul 29, 2010

Awal Mula Honda Memulai Proses Kewirausahaannya

Awal ketertarikannya pada ”permesinan” disebabkan Honda ”dikelilingi” oleh mesin-mesin saat kecilnya. Ayahnya memiliki bengkel reparasi pertanian. Honda bukanlah anak yang memiliki otak jenius. Ia sadar berasal dari keluarga miskin, fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Tapi minatnya pada mesin begitu besar.

Minatnya pada mesin,tidak sia-sia. Di usia 15 tahun, dia bekerja di Hart Shokai Company. Melihat pekerjaannya yang teliti dan cekatan, bosnya mengusulkan untuk membuka kantor di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Pemikirannya yang kreatif, mengantarkan sebuah gagasan untuk mengubah jari-jari mobil yang pada zaman itu terbuat dari kayu menjadi logam. Hasilnya luar biasa. Ruji itu laku dipasaran, dan ia pun menandatangani patennya yang pertama. Berbekal dari pengalamannya, Honda akhirnya melepaskan diri dari bosnya dan membuat usaha bengkel sendiri. Dan mulai berpikir untuk membuat Ring Piston.

Peluang Yang Ia Tangkap Dan Bagaimana Memulai Peluang Tersebut

Pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. Tawaran ini merupakan peluang yang besar baginya. Dengan wawasan yang semakin bertambah, berawal dari pengalamannya saat bekerja, Honda menjadikan peluang ini untuk menjalankan ide-ide kreatifnya di bidang permesinan, yaitu membuat jari-jari logam dan selanjutnya pembuatan Ring Piston.

Tahun 1947,setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya.

Kesulitan Yang Ia Hadapi Dan Cara Mengatasinya

a. Saat membuka bengkel sendiri Honda membuat Ring Piston. Karyanya itu ditolak karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak laku dijual. Karena kegagalan itu, ia jatuh sakit.

Untuk memperbaiki kegagalannya, Honda kuliah kembali agar pengetahuannya tentang mesin bertambah. Ia pun mempraktekkan langsung pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah. Berkat kerja kerasnya, Ring Pistonnya diterima.

b. Kegagalan selanjutnya adalah saat berniat mendirikan pabrik. Honda tidak mendapatkan dana. Tapi dia tidak kehabisan akal, dengan cara mengumpulkan modal dari orang-orang untuk mendirikan pabrik.

c. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat. Ia mengumpulkan karyawannya dan menyuruh mengumpulkan kaleng bensol sisa perang yang digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Kemudian gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Pelajaran Yang Dapat Diambil

  1. Sukses bisa diraih dengan modal seadanya, tidak pintar.
  2. Sukses bisa diraih dengan semangat dan usaha keras
  3. Jangan lihat keberhasilan lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
  4. Ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.
  5. Jadikanlah peluang-peluang yang ada untuk memulai sesuatu yang baru.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Ten Simple Things You Can Do
To Save The Coral Reefs

  1. Conserve water - the less water you use, the less runoff and wastewater will pollute our oceans.
  2. Use only ecological or organic fertilizers in your gardens and on your lawns. Chemicals and pesticides flow into the water system, pollute the ocean, and can travel on ocean currents at great distances, doing harm to coral reefs and other sea life.
  3. Plant a Tree - you will reduce runoff into the oceans. You will also contribute to reversing the global warming of our planet and the rising temperatures of our oceans.
  4. Organize a beach clean-up. Garbage pollutes ocean waters and harms coral reefs and other sea life.
  5. When you visit a coral reef, practice reef safe diving and snorkeling. Do not touch the reef or anchor your boat on the reef.
  6. Interview your family, friends and neighbors. Ask them what they know about coral reefs and the coral reef crisis. Ask them what they are doing to save coral reefs.
  7. Write to your government representatives and demand they take action to protect coral reefs, stop sewage pollution of our oceans, expand marine protected areas and take steps to reverse global warming.
  8. Support and volunteer for organizations like PCRF that work to protect coral reefs, oceans, rivers, lakes or other waters in your area. Clean water is important everywhere. All watersheds affect the oceans and eventually, the coral reefs.
  9. Learn more about coral reefs, their remarkable biodiversity and the special role they play as messengers for the health of our oceans and our world.
  10. Build Wastewater Gardens® (ecological waste recycling systems) in your home, school or community.

-Every simple thing you do to help save coral reefs makes a difference-



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

TERUMBU KARANG INDONESIA PENYUMBANG TERBESAR

PERIKANAN LAUT DUNIA

Salah satu ekosistem laut yang sangat penting dalam menunjang produksi perikanan laut adalah terumbu karang. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, terumbu karang yang luas melindungi kepulauan Indonesia. Delapan belas persen terumbu karang di dunia, berada di perairan Indonesia. Terumbu karang merupakan sumber perikanan yang tinggi. Dari 132 jenis ikan yang bernilai ekonomi di Indonesia, 32 jenis diantaranya hidup di terumbu karang, berbagai jenis ikan karang pun menjadi komoditi ekspor. Terumbu karang yang sehat menghasilkan 3 -10 ton ikan per km2/tahun. (COREMAP, 2000)

Terumbu adalah endapan-endapan masif yang penting dari kalsium karbonat yang terutama dihasilkan oleh karang (Filum Cnidaria, klas Anthozoa, Ordo Madreporaria=Sclerectinia) dengan sedikit tambahan dari alga berkapur dan organisme-organisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat. Terumbu karang hanya dapat tumbuh di daerah tropik. Hal ini disebabkan oleh adanya dua kelompok karang yang berbeda, yang satu dinamakan hermatipik dan yang lain adalah ahermatipik. (Nybakken 1988).

Fungsi dan Manfaat Terumbu Karang

Sebagai salah satu ekosistem utama pesisir dan laut, terumbu karang dengan beragam biota asosiatif dan keindahan yang mempesona, memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. Selain berperan sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak dan arus kuat, terumbu karang juga mempunyai nilai ekologis antara lain sebagai habitat, tempat mencari makanan, tempat asuhan dan tumbuh besar serta tempat pemijahan bagi berbagai biota laut. Nilai ekonomis terumbu karang yang menonjol adalah sebagai tempat penangkapan berbagai jenis biota laut konsumsi dan berbagai jenis ikan hias, bahan konstruksi dan perhiasan, bahan baku farmasi dan sebagai daerah wisata serta rekreasi yang menarik.

Terumbu karang merupakan sumberdaya alam terpulihkan (renewable resources), sehingga menjadi sumberdaya modal yang dapat memberikan pelayanan ekonomi, yaitu memberikan kesempatan kerja dan peluang berusaha, oleh karenanya sumberdaya tersebut dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan. Terumbu karang mempunyai berbagai fungsi dan manfaat ekonomi baik dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung (yang bernilai ekonomi dan non-ekonomi). Nilai ekonomi tersebut antara lain nilai biologis, budaya, perikanan, rekreasi, pendidikan dan nilai keindahan.

Burke et al.(2002) mengestimasikan bahwa keuntungan ekonomi dari terumbu karang Indonesia setiap tahunnya sekitar 1,6 milyar US Dollar, selain itu terumbu karang Indonesia juga dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar perikanan laut di dunia yang menyediakan 3,6 juta ton dari produksi perikanan laut secara keseluruhan pada tahun 1997.

Kerusakan Terumbu Karang

Di Indonesia sendiri kondisi terumbu karangnya sudah sangat memprihatinkan. Dari kondisi yang ada, sebagian besar telah mengalami kerusakan yang sangat berat. Selain itu, rusaknya brikade pelindung pantai ini juga mengancam penduduk yang berdomisili di kawasan pantai.

Penelitian mengenai kerusakan terumbu karang menyimpulkan ada tiga faktor utama yang menyebabkan kerusakan, yakni faktor fisik, biologis dan aktivitas manusia. Dampak negatif kerusakan terumbu karang ini pada masyarakat pesisir pantai dapat dilihat dari beberapa indikator seperti telah mulai langkanya ikan-ikan karang

Perkiraan Bank Dunia

Laporan terkini Bank Dunia oleh Dr. Herman Cesar yang melakukan studi menghitung nilai ekonomi terumbu karang menyebutkan pemanfaatan terumbu karang yang merusak seperti penggunaan bahan peledak, racun sianida dan pengambilan batu karang merugikan seluruh masyarakat.

Menurut Cesar, penangkapan ikan dengan racun hanya memberikan manfaat sebesar 33 ribu dolar AS per km2 dalam jangka waktu analisis 25 tahun. Tetapi kerugian yang ditimbulkan akibat penurunan hasil tangkapan dan pariwisata sebesar 43.000 - 476.000 dolar AS per km2/tahun. Manfaat yang didapat perorangan dari penangkapan dengan bahan peledak hanya 15 ribu dolar AS, tetapi kerugiannya mencapai 98.000-761.000 dolar AS per km2 karena fungsi perikanan menurun, fungsi perlindungan pantai hilang dan fungsi pariwisata habis.

Kerugian yang ditimbulkan akibat pengambilan batu karang juga tidak sedikit, yakni sekitar 176.000-903.000 dolar AS, sedangkan keuntungan perorangan hanya 121 ribu dolar AS/ km2. Penangkapan ikan dengan cara destruktif ini akan merugikan sekitar 521,4 juta dolar AS, sedangkan manfaat jangka pendek didapatkan hanya 475.5 juta dolar AS. Artinya, manfaat neto yang dinikmati masyarakat minus 46 juta dolar, artinya masyarakat malahan menjadi rugi.

Dari berbagai sumber

- Terumbu Karang Sehat Ikan pun Berlimpah –

Cakrawala



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

PENYUKU SAYANG...PENYUKU MALANG...

tukik (anak penyu)

PENYUKU SAYANG...PENYUKU MALANG...

Indonesia sebagai bagian dari negara kepulauan terbesar di dunia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Bahkan para ilmuwan mengkategorikan Indonesia sebagai negara ”Megadiversity” artinya negara yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia, akan tetapi juga memiliki tingkat keterancaman yang tinggi pula.

Salah satu organisme yang hidup di Indonesia adalah penyu. Enam spesies penyu dari tujuh spesies penyu di dunia terdapat di Indonesia, sedangkan yang tidak ada di Indonesia adalah Lepidochelys kempi. Spesies ini hanya hidup di laut Atlantik, khususnya pada kawasan pantai Amerika dan Meksiko.

Jenis-jenis Penyu di Indonesia

Ada 7 spesies penyu di dunia. 6 diantaranya ditemukan di perairan Indonesia, yaitu :

 Penyu hijau (Chelonia mydas)

 Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)

 Penyu tempayan (Caretta caretta)

 Penyu lekang (Lepidochelys olivacea)

 Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)

 Penyu pipih (Natator depressus


Satu hal yang sangat ironis, ternyata keberadaan penyu-penyu tersebut menurun tajam dan terancam punah. Berdasarkan catatan DKP, kondisi penyu yang ada di Indonesia sangat kritis baik jumlah populasi sehingga dimasukkan dalam spesies yang terancam menurut Appendix I Cites.

Penyu sebagai makhluk hidup yang mampu bermigrasi melintasi beberapa benua sudah merupakan milik masyarakat dunia. Pemerintah Indonesia melalui Undang- Undang No. 5 tahun 1994 dan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 telah mencanangkan untuk melindungi penyu dari kepunahan akibat eksploitasi manusia, baik terhadap telur, daging, maupun karapasnya yang digunakan sebagai hiasan.

TAHUKAH KAMU???

Penyu termasuk kelompok reptilia yang mempunyai daerah jelajah yang sangat luas, mendiami laut tropis dan subtropis di seluruh dunia. Diperkirakan telah menghuni bumi ini lebih dari 100 juta tahun.

Penyu umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dan waktu yang tidak lama. Jarak 3.000 km dapat ditempuh 58-73 hari. Penyu membutuhkan kurang lebih 15-50 tahun untuk dapat melakukan perkawinan. Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. (Wikipedia, 2007).

Penyu dapat mengeluarkan lebih dari 150 telur per sarang dan bertelur beberapa kali selama musimnya. Bertelur adalah hal yang sangat melelahkan bagi penyu. Penyu yang sedang bertelur sering terlihat mengeluarkan air mata, padahal sebenarnya mereka mengeluarkan garam-garam yang berlebihan di dalam tubuhnya. Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Setelah proses melelahkan ini selama kurang lebih 1-3 jam berakhir, mereka kembali ke laut.

Beberapa penyu dapat menghentikan proses bertelur apabila mereka terganggu atau merasa dalam bahaya. Jadi...Jangan ganggu penyu yang lagi bertelur yah (^^,)

Ancaman terhadap penyu

Penyu telah mengalami penurunan yang drastis dalam jumlah populasi dalam jangka waktu terakhir ini. Bahkan beberapa spesies terancam kepunahan dalam waktu dekat. Di alam, penyu-penyu yang baru menetas menghadapi ancaman kematian dari hewan-hewan seperti kepiting, burung, dan reptilia lainnya seperti biawak.

Ancaman yang paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti juga halnya di seluruh dunia, adalah manusia. Kematian akibat penangkapan tidak sengaja oleh nelayan, pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang. Penangkapan penyu untuk diambil telur, daging, kulit, dan cangkangnya telah membuat populasi penyu berkurang. Di beberapa negara, penduduk masih mengambili telur penyu untuk dikonsumsi. Penyu hijau termasuk penyu yang dimanfaatkan secara berlebihan (over eksploitasi) oleh penduduk Indonesia. Penyu dibunuh untuk diambil dagingnya. Bali merupakan konsumer terbesar penyu. Mereka menggunakan penyu dalam upacara adat. Ribuan penyu telah terbunuh untuk memenuhi permintaan pasar di Bali.

LET’S SAVE OUR TURTTLE !!!

Karena populasi penyu yang semakin berkurang, lokasi yang semakin terbuka, dan jumlah produksi telur yang semakin menurun, upaya-upaya penyelamatan perlu dilakukan. Upaya tersebut antara lain dengan melindungi telur penyu di alam dan melepaskan tukik kembali ke laut.

Jaga yah penyu kita...

Jangan mengkosumsi telurnya (kalo nyoba doang si gapapa, asal jangan ketagihan yah...)

Kasihankan penyunya udah capek-capek bertelur, udah gitu pake acara nangis segala lagi ^^

Dari berbagai sumber

-Mencintai Penyu Sama Dengan Melestarikan Dunia-



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer