SUCCESS STORY SOICHIRO HONDA

Awal Mula Honda Memulai Proses Kewirausahaannya
Awal ketertarikannya pada ”permesinan” disebabkan Honda ”dikelilingi” oleh mesin-mesin saat kecilnya. Ayahnya memiliki bengkel reparasi pertanian. Honda bukanlah anak yang memiliki otak jenius. Ia sadar berasal dari keluarga miskin, fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Tapi minatnya pada mesin begitu besar.
Minatnya pada mesin,tidak sia-sia. Di usia 15 tahun, dia bekerja di Hart Shokai Company. Melihat pekerjaannya yang teliti dan cekatan, bosnya mengusulkan untuk membuka kantor di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Pemikirannya yang kreatif, mengantarkan sebuah gagasan untuk mengubah jari-jari mobil yang pada zaman itu terbuat dari kayu menjadi logam. Hasilnya luar biasa. Ruji itu laku dipasaran, dan ia pun menandatangani patennya yang pertama. Berbekal dari pengalamannya, Honda akhirnya melepaskan diri dari bosnya dan membuat usaha bengkel sendiri. Dan mulai berpikir untuk membuat Ring Piston.
Peluang Yang Ia Tangkap Dan Bagaimana Memulai Peluang Tersebut
Pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. Tawaran ini merupakan peluang yang besar baginya. Dengan wawasan yang semakin bertambah, berawal dari pengalamannya saat bekerja, Honda menjadikan peluang ini untuk menjalankan ide-ide kreatifnya di bidang permesinan, yaitu membuat jari-jari logam dan selanjutnya pembuatan Ring Piston.
Tahun 1947,setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya.
Kesulitan Yang Ia Hadapi Dan Cara Mengatasinya
a. Saat membuka bengkel sendiri Honda membuat Ring Piston. Karyanya itu ditolak karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak laku dijual. Karena kegagalan itu, ia jatuh sakit.
Untuk memperbaiki kegagalannya, Honda kuliah kembali agar pengetahuannya tentang mesin bertambah. Ia pun mempraktekkan langsung pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah. Berkat kerja kerasnya, Ring Pistonnya diterima.
b. Kegagalan selanjutnya adalah saat berniat mendirikan pabrik. Honda tidak mendapatkan dana. Tapi dia tidak kehabisan akal, dengan cara mengumpulkan modal dari orang-orang untuk mendirikan pabrik.
c. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat. Ia mengumpulkan karyawannya dan menyuruh mengumpulkan kaleng bensol sisa perang yang digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Kemudian gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Pelajaran Yang Dapat Diambil
- Sukses bisa diraih dengan modal seadanya, tidak pintar.
- Sukses bisa diraih dengan semangat dan usaha keras
- Jangan lihat keberhasilan lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
- Ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.
- Jadikanlah peluang-peluang yang ada untuk memulai sesuatu yang baru.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar: