Menangkap Ikan Untuk Masa Depan – Fakta Perikanan

Aug 2, 2010

Dunia perikanan berada dalam tekanan dibandingkan sebelumnya. Mulai tahun 1950-1990 penangkapan ikan di dunia meningkat lima kali lipat setiap tahun. Rata-rata konsumsi ikan per orang per tahun di negara industri (59 pon) tiga kali lebih banyak dibanding negara berkembang (20 pon). Permintaan terhadap ikan tetap tinggi : Pertambahan sebesar 15.5 juta ton ikan akan dibutuhkan tahun 2010 hanya untuk mempertahankan rata-rata konsumsi ikan masa sekarang. Saat ini, 70 persen persediaan laut dunia dieksploitasi secara besar-besaran atau melebihi batas eksploitasi.

Jumlah orang yang memancing dan mempraktekkan akuakultur di dunia telah bertampah dua kali lipat sejak tahun 1970. Lebih dari 21 juta orang adalah nelayan tetap, dan 200 juta bergantung pada penangkapan ikan dalam pemenuhan hidupnya. Asia memiliki penangkap ikan terbanyak di dunia. Pada awal tahun 1950-an, 80 persen penangkapan ikan dunia ditempati oleh negara maju. Saat ini, mereka hanya menangkap sekitar 36 persennya, sementara negara berkembang sekitar 64 persen. Teknologi yang digunakan untuk menangkap ikan dan jumlah ikan yang ditangkap setiap nelayan variasinya sangat besar.Kapal modern adalah yang paling banyak merusak lingkungan karena mereka menggunakan peralatan seperti pesawat udara, radio, peta dasar laut dan video sonar untuk melacak gerombolan ikan. Setelah mereka menemukan ikan, kapal ini menggunakan jaring yang sangat lebar untuk menarik tidak hanya ikan yang dituju tetapi juga koral, dasar laut, dan sekitar 27 juta ton ikan tidak layak jual yang ditangkap secara tidak sengaja yang mati dan dilempar keluar kapal.

Untuk mengganti kerugian karena berkurangnya persediaan ikan liar, semakin banyak ikan yang dibudidayakan. Hampir sepertiga ikan untuk konsumsi dipanen dari akuakultur. Untuk setiap 11 pon pertumbuhan daging sapi secara umum, saat ini produksi ikan ditingkatkan 4,5 pon. Budidaya ikan dengan tambak menyebabkan kerusakan lingkungan yang setara dengan penggantian hutan hujan dengan peternakan lembu. Sekitar 11 pon ikan liar laut perlu ditangkap untuk memberi makan setiap pon spesies budi daya. Thailand, yang memiliki industri akuakultur terbesar, telah kehilangan setengah hutan mangrovenya sebagai kompensasi adanya tambak udang. Padatnya pembudidaya salmon di Inggris, Kolombia, Kanada menghasilkan sampah (termasuk pupuk, effluent, dan pakan) setara dengan yang dihasilkan oleh setengah juta penduduk. Meskipun dengan jumlah ini, masih ada harapan untuk dunia perikanan. Perikanan dapat dipulihkan melalui adopsi praktek penangkapan ikan yang berkelanjutan. Dengan rangsangan yang cukup pantas, para penangkap ikan dapat didorong dan dapat diberikan penghargaan atas usaha mereka dalam mengelola sumber daya laut yang berkesinambungan. Sebagai contoh, kerja sama antara komunitas lokal dan para peneliti di Pusat Kepulauan Filipina mengakibatkan terbentuknya konservasi laut untuk membantu mengelola penangkapan ikan yang berlebih. Pembentukan zona larangan untuk menangkap ikan pada area konservasi telah meningkatkan penangkapan di wilayah yang berdekatan dengan daerah penangkapan ikan. Solusi lain adalah dengan mempergunakan kekuatan pasar untuk mendorong praktek perikanan yang berkelanjutan. Marine Stewardship Council bekerja sama dengan World Wildlife Federation dan Unilever , salah satu pembuat produk ikan terbesar, telah mengembangkan proses sertifikasi yang mencakup pemberian label yang memberitahukan konsumen bahwa produk perikanan tersebut berasal dari penangkapan ikan yang bersertifikasi berkelanjutan.



Ringkasan ini diterjemahkan dari FISHING FOR THE FUTURE—FISHERY FACTS


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Post a Comment