PENYUKU SAYANG...PENYUKU MALANG...
PENYUKU SAYANG...PENYUKU MALANG...
Indonesia sebagai bagian dari negara kepulauan terbesar di dunia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Bahkan para ilmuwan mengkategorikan Indonesia sebagai negara ”Megadiversity” artinya negara yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia, akan tetapi juga memiliki tingkat keterancaman yang tinggi pula.
Salah satu organisme yang hidup di Indonesia adalah penyu. Enam spesies penyu dari tujuh spesies penyu di dunia terdapat di Indonesia, sedangkan yang tidak ada di Indonesia adalah Lepidochelys kempi. Spesies ini hanya hidup di laut Atlantik, khususnya pada kawasan pantai Amerika dan Meksiko.
Jenis-jenis Penyu di Indonesia
Penyu hijau (Chelonia mydas)
Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
Penyu tempayan (Caretta caretta)
Penyu lekang (Lepidochelys olivacea)
Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
Penyu pipih (Natator depressus
Satu hal yang sangat ironis, ternyata keberadaan penyu-penyu tersebut menurun tajam dan terancam punah. Berdasarkan catatan DKP, kondisi penyu yang ada di Indonesia sangat kritis baik jumlah populasi sehingga dimasukkan dalam spesies yang terancam menurut Appendix I Cites.
Penyu sebagai makhluk hidup yang mampu bermigrasi melintasi beberapa benua sudah merupakan milik masyarakat dunia. Pemerintah Indonesia melalui Undang- Undang No. 5 tahun 1994 dan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 telah mencanangkan untuk melindungi penyu dari kepunahan akibat eksploitasi manusia, baik terhadap telur, daging, maupun karapasnya yang digunakan sebagai hiasan.
Penyu termasuk kelompok reptilia yang mempunyai daerah jelajah yang sangat luas, mendiami laut tropis dan subtropis di seluruh dunia. Diperkirakan telah menghuni bumi ini lebih dari 100 juta tahun.
Penyu umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dan waktu yang tidak lama. Jarak 3.000 km dapat ditempuh 58-73 hari. Penyu membutuhkan kurang lebih 15-50 tahun untuk dapat melakukan perkawinan. Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. (Wikipedia, 2007).
Penyu dapat mengeluarkan lebih dari 150 telur per sarang dan bertelur beberapa kali selama musimnya. Bertelur adalah hal yang sangat melelahkan bagi penyu. Penyu yang sedang bertelur sering terlihat mengeluarkan air mata, padahal sebenarnya mereka mengeluarkan garam-garam yang berlebihan di dalam tubuhnya. Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Setelah proses melelahkan ini selama kurang lebih 1-3 jam berakhir, mereka kembali ke laut.
Beberapa penyu dapat menghentikan proses bertelur apabila mereka terganggu atau merasa dalam bahaya. Jadi...Jangan ganggu penyu yang lagi bertelur yah (^^,)
Ancaman terhadap penyu
Penyu telah mengalami penurunan yang drastis dalam jumlah populasi dalam jangka waktu terakhir ini. Bahkan beberapa spesies terancam kepunahan dalam waktu dekat. Di alam, penyu-penyu yang baru menetas menghadapi ancaman kematian dari hewan-hewan seperti kepiting, burung, dan reptilia lainnya seperti biawak.
Ancaman yang paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti juga halnya di seluruh dunia, adalah manusia. Kematian akibat penangkapan tidak sengaja oleh nelayan, pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang. Penangkapan penyu untuk diambil telur, daging, kulit, dan cangkangnya telah membuat populasi penyu berkurang. Di beberapa negara, penduduk masih mengambili telur penyu untuk dikonsumsi. Penyu hijau termasuk penyu yang dimanfaatkan secara berlebihan (over eksploitasi) oleh penduduk Indonesia. Penyu dibunuh untuk diambil dagingnya. Bali merupakan konsumer terbesar penyu. Mereka menggunakan penyu dalam upacara adat. Ribuan penyu telah terbunuh untuk memenuhi permintaan pasar di Bali.
LET’S SAVE OUR TURTTLE !!!
Karena populasi penyu yang semakin berkurang, lokasi yang semakin terbuka, dan jumlah produksi telur yang semakin menurun, upaya-upaya penyelamatan perlu dilakukan. Upaya tersebut antara lain dengan melindungi telur penyu di alam dan melepaskan tukik kembali ke laut.
Jaga yah penyu kita...
Jangan mengkosumsi telurnya (kalo nyoba doang si gapapa, asal jangan ketagihan yah...)
Kasihankan penyunya udah capek-capek bertelur, udah gitu pake acara nangis segala lagi ^^
Dari berbagai sumber
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar: