Mengkonsumsi Banyak Ikan Selama Kehamilan Membuat Anak menjadi Cerdas

Aug 2, 2010
Penelitian terbaru mengatakan memakan minyak ikan dan makanan laut dalam jumlah yang direkomendasikan saat mengandung dapat meningkatkan otak anak anda. Jean Golding dan para peneliti dari Universitas Bristol dan Institut Kesehatan Nasional bertanya kepada 11.875 wanita tentang konsumsi ikan dan makanan laut selama masa kehamilan. BBC News edisi online melaporkan bahwa anak-anak yang ibunya mengkonsumsi banyak ikan selama mengandung memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang lebih baik pada usia tujuh tahun. Para peneliti memperhatikan kemampuan komunikasi dan sosial, koordinasi tangan-mata, dan total IQ pada anak-anak yang berusia lebih dari delapan tahun. Faktor sosial ekonomi juga diikutsertakan dalam perhitungan. Para peneliti mengatakan mengkonsumsi kurang dari 12oz (340 mg) ikan dan makanan laut dalam seminggu dihubungkan dengan peningkatan resiko sebesar 48% penyebab anak berada pada posisi kelompok terbawah untuk kepintaran verbal. Studi yang diterbitkan oleh jurnal kedokteran Inggris, The Lancet, mengatakan bahwa mengkonsumsi ikan dan makanan laut dalam jumlah rendah selama kehamilan, akan meningkatkan resiko penurunan perilaku, motorik, komunikasi dan pengembangan sosial. Minyak ikan -sumber makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 – yang harus dikonsumsi oleh wanita meliputi salmon, makarel, pilchard dan sarden. Tetapi Lembaga Stardardisasi Makanan yang menyarankan agar wanita hamil harus mengkonsumsi satu atau dua bagian minyak ikan setiap minggu memperingatkan untuk tidak banyak memakan beberapa tipe ikan seperti : hiu, marlin atau tuna karena calon bayi beresiko terkena merkuri.

Ringkasan ini diterjemahkan dari Eat Lots of Fish during Pregnancy for Brainy Kids



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Menangkap Ikan Untuk Masa Depan – Fakta Perikanan

Dunia perikanan berada dalam tekanan dibandingkan sebelumnya. Mulai tahun 1950-1990 penangkapan ikan di dunia meningkat lima kali lipat setiap tahun. Rata-rata konsumsi ikan per orang per tahun di negara industri (59 pon) tiga kali lebih banyak dibanding negara berkembang (20 pon). Permintaan terhadap ikan tetap tinggi : Pertambahan sebesar 15.5 juta ton ikan akan dibutuhkan tahun 2010 hanya untuk mempertahankan rata-rata konsumsi ikan masa sekarang. Saat ini, 70 persen persediaan laut dunia dieksploitasi secara besar-besaran atau melebihi batas eksploitasi.

Jumlah orang yang memancing dan mempraktekkan akuakultur di dunia telah bertampah dua kali lipat sejak tahun 1970. Lebih dari 21 juta orang adalah nelayan tetap, dan 200 juta bergantung pada penangkapan ikan dalam pemenuhan hidupnya. Asia memiliki penangkap ikan terbanyak di dunia. Pada awal tahun 1950-an, 80 persen penangkapan ikan dunia ditempati oleh negara maju. Saat ini, mereka hanya menangkap sekitar 36 persennya, sementara negara berkembang sekitar 64 persen. Teknologi yang digunakan untuk menangkap ikan dan jumlah ikan yang ditangkap setiap nelayan variasinya sangat besar.Kapal modern adalah yang paling banyak merusak lingkungan karena mereka menggunakan peralatan seperti pesawat udara, radio, peta dasar laut dan video sonar untuk melacak gerombolan ikan. Setelah mereka menemukan ikan, kapal ini menggunakan jaring yang sangat lebar untuk menarik tidak hanya ikan yang dituju tetapi juga koral, dasar laut, dan sekitar 27 juta ton ikan tidak layak jual yang ditangkap secara tidak sengaja yang mati dan dilempar keluar kapal.

Untuk mengganti kerugian karena berkurangnya persediaan ikan liar, semakin banyak ikan yang dibudidayakan. Hampir sepertiga ikan untuk konsumsi dipanen dari akuakultur. Untuk setiap 11 pon pertumbuhan daging sapi secara umum, saat ini produksi ikan ditingkatkan 4,5 pon. Budidaya ikan dengan tambak menyebabkan kerusakan lingkungan yang setara dengan penggantian hutan hujan dengan peternakan lembu. Sekitar 11 pon ikan liar laut perlu ditangkap untuk memberi makan setiap pon spesies budi daya. Thailand, yang memiliki industri akuakultur terbesar, telah kehilangan setengah hutan mangrovenya sebagai kompensasi adanya tambak udang. Padatnya pembudidaya salmon di Inggris, Kolombia, Kanada menghasilkan sampah (termasuk pupuk, effluent, dan pakan) setara dengan yang dihasilkan oleh setengah juta penduduk. Meskipun dengan jumlah ini, masih ada harapan untuk dunia perikanan. Perikanan dapat dipulihkan melalui adopsi praktek penangkapan ikan yang berkelanjutan. Dengan rangsangan yang cukup pantas, para penangkap ikan dapat didorong dan dapat diberikan penghargaan atas usaha mereka dalam mengelola sumber daya laut yang berkesinambungan. Sebagai contoh, kerja sama antara komunitas lokal dan para peneliti di Pusat Kepulauan Filipina mengakibatkan terbentuknya konservasi laut untuk membantu mengelola penangkapan ikan yang berlebih. Pembentukan zona larangan untuk menangkap ikan pada area konservasi telah meningkatkan penangkapan di wilayah yang berdekatan dengan daerah penangkapan ikan. Solusi lain adalah dengan mempergunakan kekuatan pasar untuk mendorong praktek perikanan yang berkelanjutan. Marine Stewardship Council bekerja sama dengan World Wildlife Federation dan Unilever , salah satu pembuat produk ikan terbesar, telah mengembangkan proses sertifikasi yang mencakup pemberian label yang memberitahukan konsumen bahwa produk perikanan tersebut berasal dari penangkapan ikan yang bersertifikasi berkelanjutan.



Ringkasan ini diterjemahkan dari FISHING FOR THE FUTURE—FISHERY FACTS


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Hal Yang Perlu Diperhatikan oleh Pemilik Ikan

Dua hal terpenting dan mendasar yang harus dipertimbangkan saat akan mendapatkan akuarium yaitu biaya dan ukuran. Dalam kedua hal ini orang selalu menganggap remeh apa yang sebenarnya dibutuhkan. Biaya. Calon pemilik akuarium biasanya melihat paket harga dan beranggapan bahwa mereka dapat memulai hanya dengan beberapa dolar. Jangan terkecoh dengan berfikir bahwa anda dapat mendalami hobi tersebut hanya dengan modal dibawah lima puluh dolar. Nyatanya ini akan menghabiskan biaya sekitar 150-200$ untuk memulai dengan peralatan yang layak. Pengeluaran-pengeluaran tersebut meliputi akuarium, kap dan lampu, pemanas, penyaring, kerikil, obat air, persediaan pembersih dan tentu saja ikan. Buatlah daftar dan pergilah online atau datang ke toko hewan, kemudian tuliskan biaya-biaya untuk setiap barang yang anda minati. Duduklah dan tetapkan hal yang mendasar bagi anda sebelum anda membuat keputusan. Jika anggaran belanja anda sangat terbatas maka buatlah daftar apa yang anda butuhkan dan beritahukan kepada keluarga dan teman Anda bahwa Anda menginginkan barang-barang yang ada di daftar tersebut sebagai hadiah ulang tahun, kelulusan, atau hadiah natal. Dengan cara ini anda bisa memulai tanpa harus memilih peralatan dan persediaan yang berkualitas rendah. Ukuran. Ukuran meliputi ikan, akuarium yang mereka miliki, dan tempat untuk menyimpan akuarium. Hindari tangki berukuran dibawah 10 galon jika anda baru pertama kali memiliki akuarium. Akuarium berukuran kecil sebenarnya lebih sulit untuk diurus dibandingkan dengan yang berukuran besar, karena racun-racun akan sangat cepat terbentuk pada volume air yang kecil. Perubahan suhu dan zat kimia air juga dapat terjadi dengan sangat cepat ketika hanya ada beberapa galon air. Hati-hati bila akuarium lebih besar dari 15 galon akan menimbang lebih berat 200 pon ketika diisi, dan harus ditempatkan tersendiri dibandingkan disimpan pada rak atau meja. Anda juga akan membutuhkan tempat untuk menyimpan akuarium yang tidak terkena sinar matahari langsung atau bertemperatur ekstrim yang dapat membahayakan ikan. Tempatnya juga harus mampu menyediakan air dari waktu ke waktu. Melakukan pemeliharaan, menambah atau memindahkan ikan dan barang-barang lain dari tangki akan menyemprotkan air di sekitar tangki, jadi pikirkan hal tersebut ketika Anda berfikir untuk menyimpan tangki diatas meja. Yang terakhir, bersikap realistik terntang ukuran dan jumlah ikan yang ingin anda pelihara. Hal tersebut akan menentukan ukuran akuarium yang dibutuhkan, yang yang berdampak kepada jumlah ruangan yang Anda butuhkan untuk mengakomodirnya. Mulai dengan ikan kecil yang mudah untuk diurus. Seiring dengan pengalaman, Anda dapat beralih kepada ikan yang lebih besar dan menantang.

Ringkasan ini diterjemahkan dari What a Potential Fish Owner Should Consider.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer