Mau Sukses? Harus SAKTI !

Sep 17, 2011
Siapa di dunia ini yang tidak mau suksesss??Pastinya tidak ada, semua orang pasti ingin sukses dalam hidupnya.

Berikut ini cara- cara untuk bisa sukses dengan menjadi orang SAKTI lebih dulu, yang saya kutip dari website seorang motivator dan penulis buku, Wuryanano.

  • Pertama, Anda harus Semangat! Bersemangatlah dengan tujuan hidup Anda sendiri. Semangatlah saat Anda mengimpikan sukses Anda. Semangatlah saat Anda merancang impian sukses Anda.
  • Kedua, Anda harus berani Ambil Risiko! Jika Anda berani untuk mengambil risiko apa pun dalam upaya meraih impian sukses Anda, maka Anda sudah berada di jalur yang benar. Orang yang sudah terbukti sukses memang orang yang berani Ambil Risiko dalam hidupnya.
  • Ketiga, Anda harus Kreatif! Dengan berpikir Kreatif, maka tidak ada satupun hambatan yang bisa membuat Anda mundur ke belakang pada saat meraih impian sukses Anda. Kreatif artinya, Anda selalu bisa memikirkan cara-cara lainnya, jika saja ada hambatan di tengah jalan Anda meraih sukses itu.
  • Keempat, Anda harus Tulus! Anda harus Tulus pada saat Anda memulai perjalanan sukses, apalagi sudah berada di rel perjalanan sukses Anda ini. Tuluslah pada diri Anda sendiri, sebelum anda Tulus kepada orang lain. Bersikap tulus-ikhlas pada diri sendiri ini artinya, Anda bisa menerima sepenuhnya potensi diri Anda. Kelebihan maupun kekurangan yang ada di dalam diri Anda bisa sepenuhnya Anda pahami. Sehingga dengan demikian, Anda bisa lebih fokus pada kelebihan Anda di sepanjang perjalanan meraih sukses ini.
  • Kelima, Anda harus punya Integritas! Ini berarti, apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda ucapkan, dan apa yang Anda lakukan itu merupakan satu kesatuan yang serasi, seimbang, dan memiliki bobot positif yang sama. Integritas diri inilah yang membuat diri Anda bisa dipercaya oleh orang lain. Dan, jika Anda sudah bisa dipercaya sepenuhnya oleh orang lain, maka tentu saja sukses bisa dipastikan menjadi milik Anda.
SAKTI = SemangatAmbil ResikoKreatifTulusIntegritas.

MUdah-mudahan kita semua menjadi orang yang SAKTI..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Visi Hidup

        Setiap orang pastinya memiliki cita-cita atau visi dalam hidupnya. Baik yang berhubungan dengan karir,pendidikan,maupun hal-hal pribadi lainnya. Bisa dibayangkan ketika seseorang tidak memiliki tujuan hidup, bagaikan hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas. Ketika kita sudah memiliki visi hidup yang jelas pastinya ada usaha untuk bisa mencapai visi tersebut, sehingga akan lebih termotivasi untuk mendapatkannya. Ada kerja keras untuk menggapai visi atau cita-cita tersebut.

Setiap kehidupan memiliki tujuan dan Kita ada untuk suatu tujuan.

Layaknya anak kecil yang ditanya orang tuanya, “ Dek cita-citanya mau jadi apa?”
Sang anak pun menjawab mau jadi guru,mau jadi dokter, mau jadi polisi dan sebagainya...

Secara tidak langsung sebenarnya sejak kecil kita sudah memiliki visi itu.
Waktu kecil saya pernah punya cita-cita, pokonya nanti dibelakang nama saya harus tertera gelar yang banyak. Saya pernah punya cita-cita sekolah hingga S3. Dan sekarang saya berada di suatu jalur untuk menempuh visi itu. Mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik. Menjadi calon Mahasiswa Pasca Sarjana UNSOED.

Ketika kita menetapkan tujuan dan memahami tujuan akhir, kita memiliki fondasi yang kuat untuk mengelola kedua hal yaitu waktu dan kehidupan kita.
Visi yang jelas dan kuat akan membantu kita untuk mencapai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Meskipun pasti dalam perjalanannya ada rintangan.

Visi saya dalam waktu dekat ini selama menempuh S2 adalah mengenal lingkungan kampus sebaik mungkin dan meraih kualitas pendidikan sebaik mungkin. Setelah itu jangka menengah dalam waktu 18 Bulan sudah selesai S2 dengan predikat cumlaude. Aminn..
Jangka panjang saya punya cita-cita untuk bisa menjadi pendidik khususnya dosen yang baik. Mudah-mudahan nantinya bisa mentransfer ilmu yang dimiliki untuk pendidikan yang lebih baik. Setelah itu berkeluarga, sambil bekerja, dan mencari beasiswa untuk melanjutkan S3.
Selama menjalani ini pastinya akan ada rintangan,tapi Insya Allah dengan keinginan,kesabaran, dan kerja keras..Mudah-mudahan cita-cita ini bisa tercapai..Amin..

Sesungguhnya tidak ada perjuangan yang berjalan mulus...


“ Mereka bisa karena mereka berpikir bisa “ 
Virginia Wolf



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Beautiful Photos of India

This's it 40 Beautiful Photos of India...

Check This out!

http://www.hongkiat.com/blog/beautiful-india-photography/



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Fakta Tentang Cokelat

Feb 10, 2011
Cokelat merupakan makanan yang paling popular dan digemari setiap kalangan usia.  Cokelat dihasilkan dari biji kakao. Biji kakao ini berasal dari tanaman kakao, Theobroma cacao, yang tumbuh hanya di daerah tropis. Pantai Gading di Afrika Barat dikenal sebagai penghasil biji kakao terbesar di dunia. Dalam bahasa Yunani Theobroma cacao, berarti makanan para dewa.
Klasifikasi Ilmiah Cokelat :
Theobroma cacao L.

KINGDOM
Plantae

SUBKINGDOM
Tracheobionta

DIVISION
Magnoliophyta

CLASS
Magnoliopsida

SUBCLASS
Dilleniidae

ORDO
Byttneriaceae/Malvaceae

FAMILY
Sterculiaceae

GENUS
Theobroma

SPECIES
cacao

SUBSPECIES

ITIS Classification Report http://www.itis.usda.gov


Pohon cokelat pertama kali diolah oleh suku Maya. Istilah cokelat itu sendiri berasal dari xocolatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Pada awalnya, cokelat dikonsumsi sebagai minuman yang dibuat berbuih, kadang-kadang ditaburi lada merah, vanilla, madu atau rempah-rempah lain. Rasanya pahit, sepat dan berlemak. Cokelat dalam bentuk padat pertama kali ditemukan pada abad ke-18 di Eropa. Produk colelat yang pertama dan  sangat populer adalah Cadbury yang berasal dari Inggris.

Pengolahan biji kakao menghasilkan turunan yang merupakan sumber antioksidan polifenol, senyawa yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Kandungan antioksidan bervariasi pada setiap cokelat, tergantung pada berbagai faktor di antaranya kandungan cocoa dan proses pengolahan. Secara umum, cocoa powder dan dark chocolate mengandung antioksidan dalam jumlah yang lebih tinggi daripada milk chocolate. Berikut kandungan antioksidan polifenol dalam beberapa produk:

* Milk chocolate (50g) - 100 mg polifenol
* Dark chocolate (50g) - 300 mg polifenol
* Red wine (140mL) - 170 mg polifenol
* Tea (240mL) - 400 mg polifenol
* Cocoa powder (16g) - 200 mg polifenol


Fungsi dan pengaruh komponen-komponen aktif yang terkandung dalam cokelat menjadi bahan penelitian yang menarik dari tahun ke tahun dan sampai saat ini penelitian tentang cokelat terus berlangsung. Setidaknya ada ratusan fakta yang berhubungan dengan cokelat.Berikut ini beberapa fakta yang menurut saya menarik dan dan dapat dimanfaatkan oleh kita secara optimal:
  1. Zat terbanyak yang terkandung dalam coklat adalah theobromine. Zat ini dapat menstimulasi jaringan saraf dan jantung yang membuat tubuh terjaga dan bersemangat. Theobromine juga dapat meredakan batuk.
  2. Cokelat mengandung phenylethylamine yang berfungsi membantu penyerapan dalam otak dan menghasilkan dopamine yang akan menyebabkan perasaan gembira, meningkatkan rasa tertarik dan dapat menimbulkan perasaan jatuh cinta.
  3. Cokelat memiliki kandungan antioksdan yang lebih banyak dari teh hijau.
  4. Cokelat mengandung Fenol yang dapat mengurangi kolesterol pada darah sehingga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung, mencegah timbulnya kanker dalam tubuh,serta  mencegah terjadinya stroke dan darah tinggi.
  5. Kandungan lemak pada coklat kualitas tinggi terbukti bebas kolesterol dan tidak menyumbat pembuluh darah.
  6. Cokelat dapat mengurangi efek PMS pada wanita karena mengandung magnesium yang tinggi.
  7. Cokelat mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E, zat besi, kalium dan kalsium.
  8. Cokelat dapat mencegah penuaan dini karena mengandung antioksidan dan katekin.
  9. Hindari makan produk cokelat yang memiliki kandungan gula tinggi, tapi pilih lah yang mengandung biji coklat atau kakao yang tinggi. Semakin tinggi kandungan biji cokelatnya maka akan semakin bermanfaat cokelat tersebut.


 Mitos tidak benar tentang cokelat:
1.     
Cokelat menyebabkan kecanduan,
Tidak ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa cokelat termasuk dalam jenis bahan adiktif. Orang yang sangat menggemari cokelat kemungkinan disebabkan oleh sifat sensori cokelat yang khas,tekstur yang mudah mencair di dalam mulut dan rasa/aroma yang enak. Kegemaran akan cokelat kemungkinan juga disebabkan karena cokelat menstimulasi pelepasan endorphins, senyawa dalam otak yang dapat mengurangi rasa sakit dan membangkitkan perasaan senang.
2.    Cokelat mengandung kafein,
Tahukan Anda bahwa untuk menyetarakan kafein yang terkandung dalam segelas kopi atau teh kita membutuhkan selusin cokelat batangan. Sekitar 5 - 10 mg kafein dalam satu ons cokelat dan 5 mg pada susu cokelat. Ini artinya kandungan kafein pada cokelat sangat sedikit.
3.    Cokelat membuat Alergi,
4.    Cokelat menyebabkan jerawat,
5.    Cokelat menyebabkan kegemukan,
6.    Cokelat menyebabkan kerusakan pada gigi.



-Dari berbagai sumber-


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Berbicara

Jan 17, 2011
Bagi sebagian orang berbicara mungkin hal yang mudah, tapi sebagiannya menganggap hal ini juga tak mudah. Berbicara merupakan bagian penting dalam kehidupan kita. Berbicara merupakan bagian dari sara komunikasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk dapat berbicara atau berkomunikasi yang baik agar tidak terjadi salah tanggap atau MissCommunication dalam penyampaiannya.
Di beberapa sekolah mulai dari SD bahkan hingga SMA, berbicara merupakan bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia, dimana ketrampilan berbicara menjadi begitu penting. Tentunya berbicara yang kita bahas disini bukan " asal berbicara"..
Berikut sebagian penjelasan mengenai Ketrampilan Berbicara yang saya ambil dari Buku Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Bahasa Indonesia. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita tentang makna dari berbicara, khususnya pagi pendidik dan peserta didik.

Hakikat Berbicara

Guntur Tarigan (1981:15) mengemukakan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, mengatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengar menerima informasi melalui rangkaian nada, tekanan, dan penempatan persendian. jika komunikasi berlangsung secara tatap muka ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik pembicara).
Sejalan dengan pendapat di atas, Djago Tarigan (1990:149) menyatakan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Kaitan antara pesan dan bahasa lisan sebagai media penyampaian sangat berat. Pesan yang diterima oleh pendengar tidaklah dalam wujud asli, tetapi dalam bentuk lain yakni bunyi bahasa. Pendengar kemudian mencoba mengalihkan pesan dalam bentuk bunyi bahasa ilu menjadi bentuk semula.
Arsjad dan Mukti U.S. (1993: 23) mengemukakan pula bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
Beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa berbicara itu lebih daripada sekadar mengucapkan bunyi-bunyi atau kata-kata saja, melainkan suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pendengar atau penyimak.



Tujuan Berbicara

Tujuan utama dari berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, maka seyogyanyalah pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin disampaikan, pembicara harus mengevaluasi efek komunikasinya terhadap para pendengarnya.
Tujuan umum berbicara menurut Djago Tarigan (1990:149) terdapat lima golongan berikut ini :
a)        Menghibur
Berbicara untuk menghibur berarti pembicara menarik perhatian pendengar dengan berbagai cara, seperti humor, spontanitas, menggairahkan, kisah-kisah jenaka, petualangan, dan sebagainya untuk menimbulkan suasana gembira pada pendengarnya.
b)        Menginformasikan
Berbicara untuk tujuan menginformasikan, untuk melaporkan, dilaksanakan bila seseorang ingin: a. menjelaskan suatu proses; b. menguraikan, menafsirkan, atau menginterpretasikan sesuatu hal; c. memberi, menyebarkan, atau menanamkan pengetahuan; d. menjelaskan kaitan.
c.    Menstimulasi
Berbicara untuk menstimulasi pendengar jauh lebih kompleks dari tujuan berbicara lainnya, sebab berbicara itu harus pintar merayu, mempengaruhi, atau meyakinkan pendengarnya. Ini dapat tercapai jika pembicara benar-benar mengetahui kemauan, minat, inspirasi, kebutuhan, dan cita-cita pendengarnya.
d)       Menggerakkan
Dalam berbicara untuk menggerakkan diperlukan pembicara yang berwibawa, panutan atau tokoh idola masyarakat. Melalui kepintarannya dalam berbicara, kecakapan memanfaatkan situasi, ditambah penguasaannya terhadap ilmu jiwa massa, pembicara dapat menggerakkan pendengarnya.

JENIS-JENIS BERBICARA
Secara garis besar jenis-jenis berbicara dibagi dalam dua jenis, yaitu berbicara di muka umum dan berbicara pada konferensi. Guntur Tarigan (1981: 22-23) memasukkan beberapa kegiatan berbicara ke dalam kategori tersebut.
1)Berbicara di Muka Umum
Jenis pembicaraan meliputi hal-hal berikut.
a.   Berbicara dalam situasi yang bersifat memberitahukan atau melaporkan, bersifat informatif (informative speaking).
b.   Berbicara dalam situasi yang bersifat membujuk, mengajak, atau meyakinkan (persuasive speaking).
c.   Berbicara dalam situasi yang bersifat merundingkan dengan tenang dan hati-hati (deliberate speaking)
2)Diskusi Kelompok
Berbicara dalam kelompok mencakup kegiatan berikut ini.
a.Kelompok resmi (formal)
b.Kelompok tidak resmi (informal)
3)   Prosedur Parlementer
4)   Debat

Berdasarkan bentuk, maksud, dan metodenya maka debat dapat diklasifikan. tipe-tipe berikut ini.
a.    Debat parlementer atau majelis
b.    Debat  pemeriksaan ulangan
c.    Debat formal, konvensional atau debat pendidikan

Pembagian di atas sudah jelas bahwa berbicara mempunyai ruang lingkup  pendengar yang berbeda-beda. Berbicara pada masyarakat luas, berarti ruang  Iingkupnya juga lebih luas. Sedangkan pada konferensi ruang lingkupnya terbatas.

Pembelajaran Berbicara
Pembelajaran berbicara perlu ditingkatkan, karena pada kenyataannya masih banyak siswa yang sulit berbicara ketika didaulat beribicara ke depan kelas. Banyak yang masih malu-malu atau tersendat-sendat serta berkeringat dingin bila disuruh berbicara ke depan kelas.
Apabila keadaannya seperti di atas, maka guru harus berupaya keras untuk memberikan kesempatan kepada siswa berbicara secara bergiliran dalam setiap proses pembelajaran. Agar siswa terampil berbicara, guru harus memandu siswa dan mengetahui metode pembelajaran yang tepat. Jika metode dikaitkan dengan pengalaman belajar, maka maka metode berfungsi sebagai sarana mewujudkan pengalaman belajar yang telah dirancang menjadi kenyataan dalam pembelajaran pokok bahasan tertentu. Guru harus menciptakan berbagai pengalaman belajar berbicara agar siswa dapat berlatih berbicara. Berbicara sebagai sebuah keterampilan memerlukan banyak latihan.
Metode pembelajaran berbicara yang baik harus memenuhi berbagai kriteria. Kriteria itu berkaitan dengan tujuan, bahan, pembinaan keterampilan proses, dan pengalaman belajar. Kriteria yang harus dipenuhi oleh metode pembelajaran berbicara, antara lain:
a)     Relevan dengan tujuan,
b)    Memudahkan siswa memahami materi pembelajaran,
c)     Mengembangkan butir-butir keterampilan proses,
d)    Dapat mewujudkan pengalaman belajar yang telah dirancang,
e)     Merangsang siswa untuk belajar,
f)     Mengembangkan penarnpilan siswa,
g)    Mengembangkan keterampilan siswa,
h)    Tidak menuntut peralatan yang rumit,
i)      Mudah dilaksanakan, dan menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.
adapun syarat minimal yang harus dipenuhi guru berbicara adalah:
a)     Penguasaan materi,
b)    Cara mengajarkan berbicara,
c)     Mempunyai pengalaman dengan berbagai ragam metode atau teknik pembelajaran,
d)     Mahir berbicara.

Berikut ini contoh metode berbicara yang dikemukakan oleh Djago Tarigan (1990) :
1. Menjawab Pertanyaan
Siswa yang susah atau malu berbicara, dapat dipancing untuk berbicara menjawab pertanyaan mengenai dirinya, misalnya mengenai nama, usia, tempat pekerjaaan orang tua, dan sebagainya.
Guru : Apa pekerjaan orang tuamu?
Siswa : Berjualan makanan.
Guru : Makanan apa?
Siswa : Lauk pauk sebagi teman nasi ketika makan ... dst.
2. Bertanya
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya merupakan salah satu cara agar siswa berlatih berbicara. Melalui pertanyaan siswa dapat menyatakan keingintahu terhadap sesuatu hal. Tingkat atau jenjang pertanyaan yang diutarakan melambangkan tingkat kedewasaan siswa. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang sistematis siswa menemukan sesuatu yang diinginkannya.
Contoh: Guru menyimpan sebuah benda tertutup. Siswa diminta untuk menebak benda dengan mengajukan pertanyaan. Pada pertanyaan ke-10 siswa harus sudah menebak atau mengetahui bendanya.
Siswa : Apakah benda hidup?
Guru  : Bukan
Siswa : Apakah bisa dimakan?
Guru  :Ya .... dst





Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer