
You Raise Me Up!
When I am down and, oh my soul, so weary,
When troubles come and my heart burdened be;
Then, I am still and wait here in the silence, Until you come and sit a while with me.
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up ... to more than I can be.
(You Raise Me Up, Josh Gorban)
Banyak hal kita temui dalam langkah-langkah hidup kita.
Bencana, prahara, dan derita orang-orang sekitar yang membuat hati kita tersentuh.
Hati kita sakit, terluka. Pada kali lain, kita mengalami kegagalan di dalam pekerjaan, berpacaran maupunberumah-tangga.
Persoalan dan bencana yang bertubi-tubi itu membuat hati kita tersayat, pedih. Manakala kita terjatuh, gagal dan menderita,kedirian kita seolah lumpuh, tertunduk, tak berdaya.
Tiada keberanian untuk menengadah ke langit biru. Lalu, kita menunggu dalam diam.
Lagu ‘You Raise Me Up’ melukiskan suasana batin penuh derita.
Dengan ritme ‘cahaya menguak kegelapan’, Josh Gorban mengha-dirkan seorang ‘sahabat’- kekasih: yang datang dan turut merasakan derita yang sedang dialami orang dekatnya.
Penyelenggaraan ilahi telah mengatur kehadiran seorang sahabat manakala derita kehidupan menghunjam kedirian kita.
Sahabat memungkinkan kita berdiri kokoh kembali di gunung kehidupan kita.
Sahabat mengangkat kita dan memungkinkan kita mengarungi ombak kehidupan yang penuh badai.
“Kita menjadi kuat tatkala kita berada di pundak sahabat kita”
***KISAH lagu ‘You Raise Me Up’ lalu menjadi kisah persahabatan yang dibangun atas komitmen untuk menjadi seorang sahabat, dan bukan di atas keinginan untuk memperoleh seorang sahabat.
Memberi, menopang dan mengangkat kemudian menjadi sikap tertinggi dalam kehidupan.
Saat setiap orang mendekati persahabatan dengan sikap memberi, hampir tiada batas ke mana arah persahabatan itu.
Apa arti sahabat karib?
Orang yang paling membuat kita tertawa?
Seseorang yang memberi kita nasehat terbaik? Atau orang yang membuat kita merasa tenteram? Tidak!
Seorang sahabat adalah orang yang membantu kita mencapai potensi. Kadangkala, orang itu membuat kita tertawa dan merasa tenteram. Tetapi di saat lain, dia menatap mata dan memberitahukan apa yang tidak ingin kita dengar.
Seorang sahabat sejati bersedia membantu, apa pun risikonya agar kita menjadi orang yang seperti Tuhan inginkan.
“Persahabatan terdiri dari telinga yang mau mendengar, hati yang mau memahami, dan tangan yang siap menolong,” kata Frank Tyger. Sahabat sejati adalah orang yang mendengar dan memahami saat kita membagikan perasaan kita yang terdalam.
Dia mendukung pada saat kita bergumul; mengoreksi lembut penuh kasih pada saat kita bersalah; dan mengampuni saat kita gagal. Richard Exley berkata,
“Seorang sahabat sejati mendorong kita bertumbuh menuju potensi total kita. Dan yang paling mencengangkan, dia merayakan keberhasilan kita seperti keberhasilannya sendiri.”
Dalam kehidupan ini ada sikap dan tindakan paradoksal yang justru kontra produktif sebagaimana diingatkan oleh Abraham Lincoln.
Anda tidak dapat menguatkan yang lemah dengan melemahkan yang kuat.
Anda tidak dapat membantu orang-orang kecil dengan mencabik orang-orang besar.
Anda tidak dapat menolong yang miskin dengan menghancurkan yang kaya.
Anda tidak dapat mengangkat penerima upah dengan menekan pembayar upah.
Anda tidak dapat terhindar dari masalah dengan menghabiskan penghasilan lebih besar.
Anda tidak dapat memajukan rasa persaudaraan dengan mendorong kebencian antar-ras.
Anda tidak dapat menciptakan keamanan di atas uang pinjaman.
Anda tidak dapat membangun karakter dan semangat dengan merampas inisiatif dan kemerdekaan seseorang.
Anda tidak dapat membantu orang dengan melakukan apa yang mereka mampu lakukan dan seharusnyua mereka dapat lakukan sendiri.
Kunci untuk mencapai tujuan kita dalam kehidupan ini sebenarnya terletak pada membangun sesama. Kita dapat berhasil bila kita memberi diri bagi orang lain.
Banyak orang bersedia menangis bersama sahabat mereka saat sedih.
Tetapi, lebih sedikit orang yang mau tertawa bersama pada saat berhasil.
Persahabatan sejati tidak mengenal rasa cemburu. Seorang sahabat akan menawarkan kita bahu untuk bersandar setelah mengalami kegagalan, dan dia akan menaruh kita di pundaknya untuk merayakan kemenangan Anda.
You raise me up .. to more than I can be.
Semoga!
Sumber : Mailing List YPBB
“Sahabat terbaik kita adalah dia yang mampu mengeluarkan apa yang terbaik dari diri kita”
-Henry Ford-
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer